Minggu, 17 Februari 2013

Perbandingan Rangka Atap kayu, Baja Ringan dan Baja Konvensional /berat (WF, CHANNEL, H BEAM)

Semua bangunan pasti memiliki atap, meskipun sistem struktur atap nya berbeda-beda, tergantung dari fungsi bangunan tersebut.  Bahan penutup atap yang dipergunakn pun berbeda-beda, seperti genteng metal, genteng beton, atau genteng keramik. Sehingga konstruksi kuda-kuda masing-masing bangunan pun berbeda-beda, tetapi umumnya konstruksi kuda-kuda menggunakan 2 jenis material utama yaitu material kayu untuk rumah tinggal dan bentang bangunan yang terlalu lebar, dan baja konvensional welded mild steel (profil WF, Siku, CNP, dan UNP) untuk bangunan dengan bentang yang lebar seperti pabrik, gudang, workshop.  

 
Hingga kini sebagian besar struktur rangka atap untuk bangunan rumah tinggal serta bangunan fasilitas umum seperti rumah sakit, sekolah dan perkantoran masih menggunakan material kayu dan penutup atap genteng. Material kayu digunakan dengan asumsi memiliki nilai ekonomis dan lebih praktis. Namun nyatanya dari segi ketahanan , konstruksi kuda-kuda dari kayu memiliki umur pakai yang pendek sebagai akibat dari proses alamiah yang terjadi.  Kelemahan yang umum terjadi adalah mudah diserang rayap, mudah, terbakar, mutu yang tidak konsisten, dan memiliki muai susut yang dapat menyebabkan permukaan atap tidak rata . Tapi dari waktu ke waktu ketersediaan kayu semakin langka sebagai akibat dari semakin terbatasnya hutan yang ada di indonesia sebagai akibat dari eksploitasi yang berlebihandan tidak memperhatikan kelestarian lingkingan dalam jangka panjang. Sehingga semakin sulit mendapatkan material kayu,akibatnya harganya pun semakin tinggi dipasaran.Sedangkan bila menggunakan struktur rangka atap dari baja konvensional ternyata mempunyai beberapa kelemahan, yaitu tidak tahan terhadap karat.  Proses pelaksanaan yang yang rumit yang memrlukan proses pengelasan dan pengecatan dan material sisa yang terbuang menyebabkan pemborosan dari segi biaya dan waktu.
Berikut adalah Perbandingan keunggulan Rangka Atap Baja Ringan dengan Rangka Kayu dan Baja Konvensional.

Rangka Kayu :
  • Mutu material konsisten dan merata
  • Tidak memperbesar api
  • Tahan rayap seumur hidup
  • Kuat dan tidak rapuh
  • Tidak ada muai susut akibat perubahan cuaca
  • Pemasangan mudah dan cepat
  • Umur struktur tinggi
  • Kesalahan pemasangan Minim
  • Ringan
 RangkaBaja Konvensional
  • Ringan dan mudah di pindahkan
  • menggunakan self driving screw, tidak perlu di las
  • Pemasangan mudah dan cepat
  • Tidak perlu di cat
  • Tahan Karat
  • Tidak ada material sisa yang terbuang
  • Transfortasi dan pemeliharaan ekonomis
  • Detail yang lebih akurat 
Rangka atap baja ringan
  • Biaya terpasang atap baja ringan termasuk kelas menengah mulai Rp.125.000,-/m2
  • Pemasangan atap baja ringan sangat cepat dibandingkan atap yang lain
  • Tahan terhadap rayap/kumbang
  • Bentang bebas bisa sampai 16 m'
  • Beban struktur baja ringan lebih ringan jadi untuk beban struktur dibawahnya dapat lebih hemat
  • Tidak perlu perawatan sebab baja ringan sudah tahan karat
  • Lebih ramah lingkungan sebab bahan baku baja ringan tidak merusak hutan
  • Pada umur kira-kira 15 tahun atap baja ringan dibanding kayu jadi lebih murah sebab tidak ada penggantian rangka atap


Penghematan Biaya Konstruksi
Rangka atap baja ringan mempunyai berat struktur yang sangat ringan, antara 9 Kg/m2. Bandingkan dengan kuda-kuda kayu yang mempunyai berat antara 15 s/d 18 Kg/m2 dan kuda-kuda baja konvensional mempunyai berat antara 20 s/d 27 Kg/m2.
Tanpa mengurangi kekuatan dari struktur kuda-kuda, struktur yang ringan memberi konstribusi berarti dalam pengurangan beban keseluruhan yang harus di pikul pondasi.